Wednesday

Catatan 4 Juni

"Orang yang memiliki karakter bukan hanya berfungsi sebagai pemberi kesadaran di dalam masyarakat, tetapi juga sebagai daya motivasi terbaik di negara mana saja yang diperintah dengan baik, sebab karkter adalah kualitas moral yang punya peran utama dalam pengaturan dunia."

Integritas adalah prinsip moral dan karakter yang paling hebat. Integritas adalah kelurusan, kejujuran. Hal ini merupakan tanda dari keutuhan manusia, kemanusiaan yang benar.
Orang yang sejak dini memutuskan untuk menyelesaikan semua tugas yang dihadapinya dan menjadikan karakter sebagai modal untuk sukses, maka tak peduli bagaimana pun lingkungannya, dia telah menempatkan dirinya dalam posisi terbaik dalam arena kehidupan. Tak pernah ada pengganti kejujuran dan tak ada sukses tanpa kejujuran.
Benih sukses tak bisa ditemukan dalam diri orang yang bisa disuap, bukan pada politikus yang bisa dibeli, bukan pada ahli hukum atau usahawan yang melacurkan karakternya demi uang. Seperti halnya anggota keluarga kita, karakter tak seharusnya ditempatkan di meja lelang untuk diberikan kepada penawar tertinggi. Seperti halnya anggota keluarga kita, karakter harus diperlakukan sebagai sesuatu yang sangat berharga dan tak bisa dinilai dengan uang.
Sukses berkelanjutan tergantung pada integritas. Terlalu banyak lelaki dan wanita muda yang mengorbankan sukses abadi mereka demi mendapatkan perolehan yang bersifat sementara. Pada saat kita mengorbankan karakter, kita telah kehilangan segalanya. Kehidupan lebih banyak dihancurkan dengan terjadinya bunuhdiri karakter daripada karena penyakit atau perang.
Integritas, karakter, kejujuran akan mengarah kepada kemenangan, sukses, kebahagiaan dan kedamaian pikiran, berdasarkan hukum kompensasi yang tak bisa dibungkam. Ketidakjujuran pada segala tingkat, penipuan, kecurangan, keinginan mendapatkan sesuatu tanpa berbuat apa pun, dan tindakan keliru lainnya akan merampok karakter dari orang yang bersangkutan, menghancurkan penghargaan dirinya dan kepercayaan dirinya, serta menuju kehancuran jiwa dan kegagalan. Hal ini juga merupakan kerja hukum kompesasi yang sama.

0 comments: